Duduk Bareng Saja Kok Pakai Ulama, Saya Setiap Ketemu Romi Selalu Duduk Bareng

WAWANCARA

Komentar

Dualisme kepemimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) antara kubu Djan Faridz dan Muhammad Romahurmuziy masih terus berlanjut dan belum menemukan titik terang. Baru-baru ini, muncul gerakan yang menamakan Majelis Penyelamat Partai Persatuan Pembangunan (MP-PPP) yang dimotori oleh petinggi kedua kubu.

Mereka adalah; Anwar Sanusi (Anggota Majelis Tinggi DPP PPP kubu Romahurmuziy), Habil Marati (Wakil Ketua Umum DPP PPP kubu Djan), Sukri Fadholi (Ketua DPP PPP kubu Djan), Rudiman (Ketua DPP PPP kubu Romahurmuziy), Usamah Hisyam (Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia) dan anggota DPRD DKI Jakarta asal PPP Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Untuk menyelesaikan konflik dualisme itu mereka berencana menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Ulama. Menanggapi wacana itu, Djan Faridz mendukung pembentukan MP-PPP itu. Namun dia masih memberikan catatan terkait ulama yang bakal diundang dalam acara tersebut. Dia berharap, ulama yang diundang ialah ulama dari kelompok yang tidak berlawanan dengan pemerintah. Berikut penuturan Djan Faridz selengkapnya;

Bagaimana tanggapan Anda dengan pembentukan MP-PPP itu?
Bagus sekali ya.

Berarti Anda setuju dong dengan gelaran acara Munas Ulama yang digagas MP-PPP itu?
Ya mudah-mudahan yang katanya tim penyelamat tersebut bekerja berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia dan mengerti AD/ART PPP. Saya juga berharap orang-orang yang terlibat di tim penyelamat harus jelas asal usulnya.

Maksudnya jelas asal usulnya?
Masih duduk dan aktif di kepengurusan PPP sebagai anggota mahkamah partai secara resmi, sehingga mempunyai hak suara di partai. Bukan mengaku-ngaku pernah duduk, atau pernah dipecat dari pengurusan partai. Lalu yang paling utama yang bersangkutan mempunyai background yang bersih dan tidak pernah menjadi terpidana dan tidak dalam proses hukum dan masih sehat jiwa dan jasmani.

Terkait ulama yang nantinya diundang dalam acara itu apakah Anda punya masukan agar nantinya acara itu bisa memenuhi harapan dari kubu PPP yang Anda pimpin?
Mudah-mudahan ulamanya bukan dari kelompok yang berlawanan dengan pemerintah dan apa yang dilakukan mereka sesuai dengan AD/ART PPP dan Undang-Undang Partai Politik, serta berlandaskan Pancasila.

Memang siapa ulama yang Anda harapkan ikut dalam Munas Ulama PPP itu?
Ya seperti Imam Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, KH Noor Iskandar SQ, KH Quraish Shihab, KH Said Aqil Siradj, KH Masdar Farid, Mbah Maemun Zubair, Habib Lufti Bin Yahya Pekalongan, KH Mahrus Amin dan ulama yang diundang ke Istana oleh Raja Salman. Ini nama ulama yang diakui oleh Presiden Indonesia. Mudah-mudahan belia-beliau berkenan ikut sama yang punya ide untuk membuat Munas Ulama itu.

Kalau seandainya di acara rekonsiliasi PPP itu nantinya Anda diminta duduk bareng dengan Romahurmuziy untuk berdamai Anda bersedia?
Kalau duduk bareng saja kok pakai ulama, tiap saya ketemu Romy, saya selalu duduk bersama. Kalau ulama itu biasanya khotbah, mengajar agama baik secara perorangan maupun melalui pendidikan baik formal maupun non formal memimpin masjid-masjid negara dan dikenal masyarakat luas.

Lantas apa dong capaian yang Anda inginkan dari acara Munas Ulama yang digelar MP-PPP itu?
Saya hanya berharap agar yang diundang ulama-ulama yang namanya saya sebut tadi. Itu saja.

Sejauh ini apakah tokoh PPP dari kubu Anda yang menjadi inisiator acara tersebut seperti Habil Marati dan Sukri Fadholi, apa sudah berkoordinasi dengan Anda?
Maaf saya tidak mengenal Habil Marati dan Sukri Fadholi. Tolong tanya siapa mereka dan haknya apa.

Sumber: Koran Rakyat Merdeka

Komentar

Tinggalkan Komentar